Mendidik Anak dengan Prinsip Tawakkal

Mendidik Anak dengan Prinsip Tawakkal

Comments Off on Mendidik Anak dengan Prinsip Tawakkal

Dua anak kecil bersaudara, fulan dan fulanah sedang berlibur di rumah neneknya. Di sana, mereka dididik, jika menginginkan sesuatu maka banyak-banyak berdoa pada Allah SWT. Lalu berdoalah mereka, fulanah berdoa dengan berbisik, menengadahkan tangan seraya berdoa “ya Allah, aku ingin sepeda baru & mainan barbie baru”. Kemudian fulan berdoa dengan berteriak sekencang-kencangnya “YA ALLAH! AKU INGIN PLAY STATION EDISI TERBARU, INGIN KASET GAME TERBARU!!!”. Mendengar fulan berdoa seperti fulanah menegur fulan,”heh! Fulan kalau berdoa jangan begitu! Allah maha mendengar!” lalu apa jawab si fulan?

“Allah maha mendengar, tapi nenek belum tentu dengar!” grrr….

 

Dari fiksi di atas, kita bisa mengambil hikmah bahwa tawakkal alallahu itu bukan dengan pasrah tanpa usaha sama sekali. Bahwa tawakkal itu meliputi visi, misi, konsep matang, kreasi, kerja keras, sedangkan jalan hasil itu dari Allah. Tawakkal itu dimulai sejak awal perencanaan. Hidup itu dua kali, hidup di dunia sebagai jembatan untuk akhirat, dan nanti kita akan dihidupkan kembali untuk selamanya di akhirat. jangan biarkan hidup di dunia hanya mengalir begitu saja, hidup harus direncanakan. Buya Hamka pernah bilang, kalau hidup hanya sekedar bertahan hidup, apa bedanya dengan kambing?

 

RASULULLAH SAW BERSABDA, “… TIDAKLAH AKU TINGGAL DI DUNIA MELAINKAN SEPERTI MUSYAFIR YANG BERTEDUHBAWAH POHON DAN BERISTIRAHAT LALU MUSYAFIR TERSEBUT PERGI MENINGGALKANNYA.” [HR TIRMIDZI]

 

Visi akhirat >> dijembatani oleh visi dunia >> misi dunia (tahapan: kerja keras>>kerja cerdas>>kerja ikhlas) >> aksi & evaluasi >> kolaborasi

 

Dari rentetan visi akhirat itu nanti akan mendorong kita agar terus berusaha mencapai visi itu, sehingga terimplikasi pada bagaimana cara kita memimpin keluarga, mendidik & Membesarkan anak, menata & membangun bisnis, dst. Semuanya dilandaskan oleh prinsip tawakkal alallahu yang bernilai ibadah kepada Allah.

 

Allah MAHA MENGATUR. Semua yang ada di alam semesta ini SUDAH TERATUR. Maka tugas kita bukanlah MENGATUR sesuatu yang sudah TERATUR, melainkan TUGAS KITA adalah MENYELARASKAN diri dengan keteraturan yang sudah dibuat oleh Allah yang MAHA MENGATUR.

 

Maka, sebetulnya, orang-orang yang mudah stress adalah orang2 yang suka mengatur sesuatu yang sebenarnya sudah teratur. Toh, kita sendiri masih tidak mampu mengatur diri sendiri; cobalah atur jumlah kedipan mata kita, sanggup?

 

Itu sebabnya, kalau kita sendiri saja tak mampu mengatur diri sendiri, maka mana mungkin kita sanggup mengatur alam semesta, termasuk mengatur anak2 kita. Tugas kita adalah berikhtiar sesuai dengan keteraturan yang sudah dibuat oleh Allah, bukannya berikhtiar mengatur makhluk2 Allah ( termasuk anak2 kita) sesuai dengan keinginan2 kita.

 

Sebenarnya, setiap anak terlahir dengan orisinalitasnya masing-masing. Mereka sudah disiapkan peran terbaiknya oleh Allah untuk menjadi pribadi yang penuh lestari. Tetapi, kita sebagai orang tuanya, malah seringkali merusak orisinalitas bawaan sang anak, sehingga anak kita setelah menginjak usia remaja hampir selalu berada di persimpangan kebingungan.

 

Tugas kita sebagai orang tua, bukanlah menjadikan anak kita sesuai dengan apa yang kita inginkan, dan lalu kita pun berbangga jika anak2 kita menjadi seseorang yang sesuai dengan apa yang kita inginkan.

 

Bersikap adillah dengan anak2 kita, tapi janganlah engkau adili mereka, dan engkau paksakan kehendakmu kepada mereka. “Bertakwalah kepada Allah dan berlakulah adil terhadap anak-anakmu. (HR. Bukhari dan Muslim)”

 

Karena setiap anak itu sudah membawa potensinya, maka SERAHKANLAH kepada ALLAH atas perkembangan anak-anak kita. Tugas kita adalah, melakukan apapun yang Allah perintahkan kepada kita, lanjutnya tawakal saja.

 

Stress dan Gelisah seringkali muncul karena kita tidak total dalam bertawakkal. Semua yang ada di alam semesta ini sudah teratur dan sudah memiliki tugasnya masing-masing, termasuk saya, Anda, dan anak2 kita.

 

Maka tugas kita adalah “ngeh” atau “menyadari” apa sebenarnya tugas kita hadir di muka bumi ini. Dan kalau kita sudah “ngeh” dengan kehadiran kita di muka bumi, maka kita akan lebih sederhana dalam menyikapi hidup ini. Lebih sederhana dalam mendidik anak2 kita.

 

Dan kita mulai yakin sepenuhnya, apapun yang terjadi terhadap anak2 kita, selama itu bukan dari rekayasa kita, maka itu semua adalah hasil dari sistem keteraturan semesta (sunnatullah) yang sudah Allah desain secara sangat teliti.

 

Sehingga jika, Anak2 kita berhasil maka kita tidak mudah sombong karena memang bukan kita yang membuat anak2 kita berhasil melainkan Allah, dan ketika anak2 kita melakukan kesalahan, maka kita pun tidak mudah kecewa, karena setiap masalah, musibah, atau ujian sudah tercatat di lauh mahfudz sebelum terealisir di dunia. -4h3

 

(disarikan dari berbagai sumber)

#MendidikAnak #Mendidik #Tawakkal #Ikhtiar #Berusaha #PasrahKepadaAllah #Berdoa #Dunia #Akhirat #Stress #Gelisah #AsiBoosterTea #PelancarASI #BoosterASI #Herbal #Teh #Halal #Aman #Berkhasiat #Manjur #Bagus #PelancarASIyangManjur #PelancarASIyangAmpuh #PelancarASIyang Bagus #TehHerbalPelancarASIpertama #Pertama #AsiLancar #AsiBancar #AsiLancardenganAsiBoosterTea #Bumil #IbuHamil #Busui #IbuMenyusui #AsiSeret #CaraAtasiASISeret

About the author:

ASI Wajib 2 Tahun!

" Rekomendasi WHO dalam World Health Assembly Resolution 54.2, 2001 menyebutkan ASI minimal 2 tahun & MPASI setelah 6 bulan"

Nakibu.com diasuh oleh:

★ Fahmi nurul akbar (penulis, founder herba farmindo - asi booster tea)
★ Rainami (apoteker, tim farmasi herbafarmindo)
★ Li partic (konselor laktasi, penulis, herbalist)

ASI Booster Tea

Melancarkan ASI dalam 24-72 jam. yuks jadi agennya!
hubungi (retail & grosir) :
082302501966
081808544417
085749247620

Back to Top

Please wait...

Yuks, berlangganan informasi gratis!

Masukkan email anda untuk mendapatkan informasi terbaru seputar Parenting, ASI, dan Menyusui. Gratis!!! (Informasi data pribadi dijamin aman dan tidak disalahgunakan)