Pertolongan Pertama Pada Anak Keracunan

Pertolongan Pertama Pada Anak Keracunan

Comments Off on Pertolongan Pertama Pada Anak Keracunan

Di musim pancaroba ini tidak heran jika banyak pennyakit, bahkan diberi julukan musim penyakit. Diantaranya diare dan muntah akibat anak keracunan makanan. Bagaimana anak bisa alami keracunan makanan dan bagaimana cara pertolongan pertamanya?

Jenis-jenis Keracunan Makanan

Keracunan sendiri terbagi menjadi dau hal. Yaitu keracunan karena ada bahan beracun yang masuk ke dalam tubuh. Yang kedua keracunan akibat mengkonsumsi makanan tertentu, lalu tubuh memberikan reaksi penolakan. Pengertian diatas ini dikenali sebagai keracunan makanan.

Keracunan jenis pertama umumnya terjadi pada anak saat tahap eksplorasi. Pada tahap ini anak sedang asik-asiknya mengeksplorasi lingkungan sekitarnya dan memiliki rasa penasaran dan ingin tahu yang tinggi.

Anak belum tahu banyak tentang bahaya sesuatu sehingga tanpa sadar memasukkan atau bahkan menelan benda yang mengandung racun. Oleh karena itu peran orangtua untuk selalu mengawasi dan mengajarkan anak tentang bahaya dari benda sekitarnya sangatlah penting.

Untuk keracunan jenis kedua, anak keracunan makanan bisa dari banyak hal, seperti makanan yang dimakan masih mentah, makanan siap saji, makanan dalam kaleng, atau makanan yang tersentuh orang yang sedang sakit. Umumnya makanan-makanan tersebut tidak disimpan dan diolah dengan baik atau kadaluarsa.

Risiko keracunan makanan akan meningkat pada usia anak-anak, khususnya bayi dan balita. Karena system kekebalan tubuh mereka belum sempurna. Namun keracunan bisa saja dialami oleh orang dewasa. Jika bunda dan anak tidak berada dalam kondisi tubuh yang baik dan fit, paparan bakteri dan virus akan lebih cepat dirasakan oleh anak dan bunda.

Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan :

  1. Periksa suhu tubuh anak. Pastikan demamnya tidak terlalu tinggi, demam tinggi sangat berbahaya untuk anak-anak.
  2. Selalu catat saat anak muntah dan buang air besar (BAB). Cek warna muntah dan kotorannya saat BAB. Jika warna muntah bercampur warna hijau, ditambah dengan nyeri perut, dan perut buncit segera bawa ke dokter. Begitu juga jika BABnya bercampur lender, darah, atau nanah.
  3. Agar gejala tidak memburuk, hindari makanan dan minuman yang memacu lambung untuk bekerja. Seperti makanan pedas, asam, dan makanan berlemak, minuman berkafein dan bersoda.
  4. Berikan oralit seddikit demi sedikit sebagai pengganti makanan. Bunda bisa membuatnya sendiri menggunakan campuran air, gula, dan garam. Oralit akan mencegah anak kekurangan cairan atau dehidrasi.
  5. Jika kondisinya tidak segera membaik dalam jangka waktu 12 jam, segera periksakan dan bawa anak bunda ke dokter.

Lakukan Ini!

Biasanya dokter akan meresepkan obat-obatan pada anak keracunan makanan untuk mengatasi muntah, diare, demam, dan gejala lainnya. tak sedikit juga menggunakan cairan infus untuk pasokan nutrisi.

Cairan infus ditujukan untuk anak tidak dehidrasi. jika sampai terjadi dehidrasi akan memperburuk kondisinya.

Namun, bila pengobatan tidak memberikan perubahan pada anak, minta lah dokter anak bunda melakukan pemeriksaan darah atau pemeriksaan BAB. Tujuannya agar bunda tahu aakah ada infeksi yang terjadi didalam tubuh anak. atau bisa mengidentifikasi organisme apa yang membuat anak bunda keracunan makanan.

About the author:

Related Posts

ASI Wajib 2 Tahun!

" Rekomendasi WHO dalam World Health Assembly Resolution 54.2, 2001 menyebutkan ASI minimal 2 tahun & MPASI setelah 6 bulan"

Nakibu.com diasuh oleh:

★ Fahmi nurul akbar (penulis, founder herba farmindo - asi booster tea)
★ Rainami (apoteker, tim farmasi herbafarmindo)
★ Li partic (konselor laktasi, penulis, herbalist)

ASI Booster Tea

Melancarkan ASI dalam 24-72 jam. yuks jadi agennya!
hubungi (retail & grosir) :
082302501966
081808544417
085749247620

Back to Top

Please wait...

Yuks, berlangganan informasi gratis!

Masukkan email anda untuk mendapatkan informasi terbaru seputar Parenting, ASI, dan Menyusui. Gratis!!! (Informasi data pribadi dijamin aman dan tidak disalahgunakan)