Potensi Prestasi Anak Jangan Sampai Salah Deteksi!

Potensi Prestasi Anak Jangan Sampai Salah Deteksi!

Comments Off on Potensi Prestasi Anak Jangan Sampai Salah Deteksi!

Share tentang potensi prestasi anak yang terinspirasi dari acara Talkshow di kegiatan Sahabat Generasi Maju Surabaya, pada Minggu, 22 Juli 2018. Narsumnya OK bgt Moms, yaitu Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi.

Pernah ga sih Moms, kita memikirkan dan mendukung potensi prestasi anak? Potensi prestasi ini dimiliki setiap anak yang lahir mulai 0 bulan, bukan cuma oleh anak yang bersekolah. Potensi prestasi tersebut juga bukan bakat yang setiap anak bisa beda-beda pencapaiannya. Potensi prestasi ini bisa diukur sesuai tahap pencapaian usianya. Apa saja itu?

1. Cerdas dan kreatif. Cerdas artinya daya tangkapnya cepat, mengerti banyak hal, kosa katanya banyak, bisa mengomunikasikan banyak hal. Sedangkan kreatif itu bagaimana ia menciptakan banyak ide, berimajinasi, bahkan bisa menghasilkan banyak solusi yang belum terpikirkan oleh orang lain.

2. Tumbuh tinggi dan kuat. Pertambahan tinggi dan berat badannya sesuai menurut grafik di area hijau pada Kartu Menuju Sehat (KMS). 3. Supel. Maksudnya tidak individual, bisa berinterakasi dengan baik dengan orang lain.

4. Mandiri, yaitu tidak tergantung orang lain, dirinya dapat mengandalkan dirinya sendiri.

5. Percaya diri, yaitu percaya terhadap diri sendiri bahwa ia akan bisa melakukan apa saja.

Jika kelima potensi prestasi tersebut bisa dikembangkan sejak dini, tentunya si anak akan jauh lebih sukses di masa depan. Sehingga anak tersebut bisa disebut anak generasi maju.

bagaimana cara kita mendorong anak agar bisa memiliki kelima potensi prestasi tersebut secara optimal? Apa saja yang harus digali?

Setelah tahu cara mengukur potensi prestasi sesuai tahap pencapaian usianya, Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi juga menjelaskan hal-hal yang harus digali pada anak, yaitu aspek fisik, kognitif, emosi, basa, dan sosial.

 

  1. Agar Cerdas dan Kreatif

Kecerdasan bisa distimulasi dengan menyeimbangkan koordinasi motorik kasar dan halus. Misalnya bagaimana caranya tangan dan kaki bergerak sesuai. Bukan segedar bergerak, tapi harus kuat sigap. Kita bisa bermain dengan anak atau membiarkannya bermain yang melibatkan aktivitas fisik. Contohnya permainan petak jongkok, lari-lari, melempar bola, dll.

Agar anak menjadi kreatif kita bisa stimulasi dari segi bahasa dan logikanya. Kita bisa membacakan cerita, sering berbicara dengan anak, sehingga kosa katanya bertambah. Dan yang paling penting dia menguasai urutan subjek, predikat, objek dalam menyusun kalimat. Untuk mengasah logikanya kita stimulasi dengan kegiatan yang solusinya bukan hanya satu saja seperti jawaban matematika. Melainkan bisa beragam alternatif. Contohnya bermain lilin malam. Kita bisa mengajarkan berbagai bentuk dengan lilin tersebut. Bisa berbentuk bola, bakso, gajah, dll.

 

  1. Agar Tumbuh tinggi dan kuat

Pertumbuhan tinggi dan berat badannya bisa kita perhatikan dari nutrisi yang si kecil asup sehari-hari. Pastikan anak mendapatkan gizi yang seimbang sesuai kebutuhannya. Susunlah menu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam piring makannya.

 

  1. Agar Supel

Membayangkan anak yang supel pasti kita membayangkan anak yang mudah bergaul. Perbanyak kesempatan anak bisa main dengan teman sebaya. Memang kadang si anak bisa berinteraksi dengan orang yang lebih muda atau lebih tua. Tetapi jika berinteraksi dengan yang seumuran, ia akan lebih mudah bersosialisasi, saling berbagi, dan bersama-sama.

 

  1. Agar Mandiri

Kemandirian bisa dibentuk dengan memberinya kepercayaan untuk mengerjakan aktivitasnya sendiri. Misalnya saat lomba mewarnai. Kita bisa saja membantunya agar cepat selesai, hasil pewarnaanya bagus tidak keluar garis. Namun, dengan membiarkannya mengerjakan sendiri akan mengasah kemandiriannya.

 

  1. Agar Percaya Diri

Kepercayaan diri adalah hal yang harus ditumbuhkan pertama kali pada anak. Percaya diri bisa ditumbuhkan dengan hubungan yang baik pada anak. Bukan sekadar bonding tetapi juga attachment, sehingga si kecil bisa percaya pada orang tuanya. Ketika sudah percaya dengan orang tua, ia juga bisa percaya terhadap diri sendiri. Contoh kecil misalnya saat ia masih balita. Kita punya meja dengan sudut yang tajam. Kita bisa tutupi sudut tersebut sehingga jika suatu saat si anak kemana-mana rasanya tidak begitu sakit. Ia bebas percaya diri melakukan apa aktivitasnya.|

Tanpa mendengar kita sedikit-sedikit teriak “Awas kena meja, jangan ke situ, jangan begini.” Nah, kira2 kelima poin tsb yang bisa Makmin ambil dari acara Talkshow beberapa waktu lalu.

Gimana Moms? Semoga membantu yaa.. Semoga kita semua bisa menjadikan anak2 kita sebagai anak generasi maju yang akan sukses di masa depan.

Aamiin.

 

About the author:

ASI Wajib 2 Tahun!

" Rekomendasi WHO dalam World Health Assembly Resolution 54.2, 2001 menyebutkan ASI minimal 2 tahun & MPASI setelah 6 bulan"

Nakibu.com diasuh oleh:

★ Fahmi nurul akbar (penulis, founder herba farmindo - asi booster tea)
★ Rainami (apoteker, tim farmasi herbafarmindo)
★ Li partic (konselor laktasi, penulis, herbalist)

ASI Booster Tea

Melancarkan ASI dalam 24-72 jam. yuks jadi agennya!
hubungi (retail & grosir) :
082302501966
081808544417
085749247620

Back to Top

Please wait...

Yuks, berlangganan informasi gratis!

Masukkan email anda untuk mendapatkan informasi terbaru seputar Parenting, ASI, dan Menyusui. Gratis!!! (Informasi data pribadi dijamin aman dan tidak disalahgunakan)