Sekamar dengan BAYI (Rooming In)

Sekamar dengan BAYI (Rooming In)

Comments Off on Sekamar dengan BAYI (Rooming In)

Selama berada di rumah bersalin, disarankan Mama dan bayi dirawat dalam satu unit/kamar, istilahnya rooming in atau rawat gabung. Bayi diletakkan dalam boks di samping ranjang Mama atau dirawat bersama-sama Mama dalam satu ranjang (bedding in). Kegiatan rawat gabung dimulai sejak Mama di ruang perawatan pascapersalinan. Tak ada perbedaan persiapan rooming in antara Mama yang melahirkan normal dengan sesar.

Syarat Rawat Gabung (Rooming In)

  • Nilai APGAR bayi lebih dari 7.
  • Berat badan bayi antara 2.500 g dan 4.000 g.
  • Usia kehamilan lebih dari 36 minggu, kurang dari 42 minggu.
  • Lahir spontan, presentasi kepala.
  • Tanpa infeksi intrapartum saat persalinan.
  • Mama dalam kondisi sehat.

Tata Cara Rooming In

  • Bayi diletakkan di dalam boks bayi yang diletakkan di samping tempat tidur Mama.
  • Bayi dapat menyusu kapan pun bayi menginginkan.
  • Bila bayi sakit atau perlu diobservasi, bayi dipindahkan ke ruang perawatan bayi baru lahir.

Manfaat Rooming In

  • Aspek Psikologis

Bayi akan memperoleh kehangatan tubuh Mama, suara Mama, kelembutan, dan kasih sayang Mama (bonding effect). Bayi merasakan aman, kasih sayang, bahkan percaya pada orang lain. Hal ini sangat mempengaruhi perkembangan psikologis bayi selanjutnya.

  • Aspek Fisiologis

Bayi dapat disusui lebih sering sehingga menimbulkan reflex prolaktin yang memacu produksi ASI dan reflex oksitosin yang membantu pengeluaran ASI mempercepat involusi rahim. ASI adalah makanan bayi yang terbaik. Produksi ASI akan lebih cepat dan lebih banyak apabila dirangsang sedini mungkin dengan cara menetekan bayi sejak lahir hingga selama mungkin. Pada hari-hari pertama, yang keluar adalah kolostrum yang jumlahnya sedikit. Mama oun mudah menyusui kapan saja bayi menginginkannya. Dengan begitu, ASI cepat keluar karena dapat rangsangan dari isapan bayi.

  • Aspek Edukatif

Mama mendapat pengalaman menyusui dan merawat bayinya, dapat mengenali perubahan fisik atau perilaku bayi dan bisa menanyakan pada petugas kesehatan bila ada hal yang dinilai tidak wajar.

  • Terhindar dari Infeksi Silang

Pada tempat perawatan bayi dimana banyak bayi disatukan, infeksi silang sulit dihindari. Dengan rawat gabung, lebih mudah mencegah infeksi silang. Bayi yang melekat pada kulit Mama akan memperoleh transfer antibodi dari Mama. Kolostrum yang mengandung antibodi dalam jumlah tinggi, akan melapisi seluruh permukaan kulit dan saluran pencernaan bayi, untuk kemudian diserap sehingga bayi akan mempunyai kekebalan yang tinggi. Kekebalan ini akan mencegah infeksi.

Tip Sukses Rooming In

  • Dari faktor Mama dan bayi, pastikan tidak dalam kondisi kegawatdaruratan. Bila tidak ada kendala seperti itu, diharapkan proses rooming in ini akan berlangsung dengan baik dan berhasil.
  • Dari factor ayah dan lingkungan sekitar, diharapkan memberikan dukungan, misalnya, mendampingi atau siaga terhadap apa yang dibutuhkan Mama kala proses rooming in.
  • Ruangan serta fasilitas yang dibutuhkan diharapkan memadai untuk proses rooming in.

Sukses rooming in ditandai pula dengan suksesnya menyusui ASI eksklusif di detik-detik pertama, tips agar sukses menyusui sesaat pasca melahirkan di sini

Bila Rooming In Tidak Dilakukan

Bila karena suatu hal rooming in  tidak dilakukan, Mama tak perlu khawatir karena takkan berefek pada keberhasilan proses menyusui. Mama dapat menyusui secara ekslusif. Di sisi lain, menyusui adalah proses yang panjang, Mama dan bayi masih punya kesempatan mendapat hasil yang maksimal, tentu setelah masalah atau kendala yang menghambat rooming in ini teratasi.

Kendala Rooming In

  • Beberapa kendala Mama yang dapat memengaruhi adalah:
  • Preeklamsia/Eklamsia. Keadaan Mama yang tidak baik dan pengaruh obat-obatan untuk mengatasi penyakit biasanya menyebabkan kesadaran menurun sementara sehingga Mama belum sadar betul.
  • Penyakit infeksi akut dan aktif. Bahaya penularan pada bayi yang dikhawatirkan.
  • Dari pihak bayi:
  • Bayi kejang. Kejang-kejang pada bayi akibat cedera persalinan atau infeksi yang tidak memungkinkan untuk disusui karena ditakutkan adanya bahaya aspirasi saat disusui. Kesadaran bayi yang menurun juga tidak memungkinkan bayi untuk disusui sehingga perlu perawatan khusus, jadi tidak memungkinkan rawat gabung.
  • Bayi yang sakit berat. Bayi dengan penyakit jantung atau paru-paru atau penyakit lain yang memerlukan perawatan intensif tertentu tidak mungkin menyusu dan dirawat gabung.
  • Bayi yang memerlukan observasi ketat atau terapi khusus. Selama observasi, rawat gabung tidak dapat dilaksanakan. Setelah keadaan membaik, bayi boleh dirawat gabung kembali. Ini yang disebut rawat gabung tidak langsung.
  • Very Low Birth Weight (Berat Badan Lahir Sangat Rendah). Refleks menghisap dan refleks lain pada bayi kondisi seperti ini belum baik sehingga tidak mungkin menyusu dan dirawat gabung.

dikutip dari : Hilman Hilmansyah

About the author:

Related Posts

ASI Wajib 2 Tahun!

" Rekomendasi WHO dalam World Health Assembly Resolution 54.2, 2001 menyebutkan ASI minimal 2 tahun & MPASI setelah 6 bulan"

Nakibu.com diasuh oleh:

★ Fahmi nurul akbar (penulis, founder herba farmindo - asi booster tea)
★ Rainami (apoteker, tim farmasi herbafarmindo)
★ Li partic (konselor laktasi, penulis, herbalist)

ASI Booster Tea

Melancarkan ASI dalam 24-72 jam. yuks jadi agennya!
hubungi (retail & grosir) :
082302501966
081808544417
085749247620

Back to Top

Please wait...

Yuks, berlangganan informasi gratis!

Masukkan email anda untuk mendapatkan informasi terbaru seputar Parenting, ASI, dan Menyusui. Gratis!!! (Informasi data pribadi dijamin aman dan tidak disalahgunakan)