Viral!! Bayi yang Meninggal Karena Dehidrasi

Viral!! Bayi yang Meninggal Karena Dehidrasi

Comments Off on Viral!! Bayi yang Meninggal Karena Dehidrasi

Berawal dari kelahiran Landon. Anak pertama pasangan Johnson tersebut lahir di rumah sakit yang menyebut instansinya sebagai ‘rumah sakit ramah anak’. Artinya, jika ibu tidak menderita penyakit berat seperti kanker, maka setiap bayi yang dilahirkan harus mendapatkan ASI ekslusif dari ibunya.

Sedangkan Jillian didiagnosa memiliki failed and delayed lactogenesis IIyakni memiliki faktor risiko untuk gagal atau produksi ASI yang tertunda sebagaimana diidentifikasi oleh konsultan IBCLC-laktasi. Penyebabnya beragam, mulai dari diabetes, PCOS, masalah dengan infertilitas, puting kecil dan tidak berkembang selama kehamilan, serta menjadi seorang ibu baru lewat operasi cesar darurat.

Namun, dia didorong untuk menyusui secara eksklusif, sesuai dengan kebijakan rumah sakit untuk mendorong para ibu memberi ASI eksklusif. Jill dipantau dengan ketat oleh perawat, konsultan laktasi dan dukungan dokter.  Sebagai ibu baru, Jillian selalu berusaha untuk mendengar apapun kata dokternya. Termasuk saat ia menyampaikan keluhan bahwa ia merasa ASI yang keluar dari payudaranya terlalu sedikit. Ia merasa kondisi inilah yang membuat anaknya tersebut terus menangis. Setelah Landon diijinkan pulang, Landon terus menerus menyusu sampai akhirnya ia menjadi tidak responsif dan seperti tertidur kelelahan akibat kesulitan menyusu. Tubuhnya mulai membiru dan denyut nadinya hilang dan ternyata Landon didiagnosis dengan dehidrasi hipernatremia dan serangan jantung dari shock hipovolemik.

dr Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC Selaku dosen dan praktisi kesehatan anak, Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), serta Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia (SELASI) angkat bicara tentang kasus ini.

Menurut dr Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC yang dialami oleh baby Landon sehingga bisa mengalami serangan jantung karena baby Landon diagnosis mengalami hypoxic-ischemic encephalopathy with pneumonia, cardiac pulmonary arrest (resuscitated), hypernatremic dehydration. Dehidrasi hipernatremik dapat terjadi pada bayi yang masih belum cukup memperoleh asupan ASI, terutama pada masa transisi di hari-hari pertama.Semua bayi baru lahir sebaiknya dipantau selama 48-72 jam pertama sebelum dipulangkan dari rumah sakit. Jika terjadi penurunan berat badan melebihi 10% atau ada tanda-tanda dehidrasi yang nyata, maka kadar natrium darah akan meningkat, memicu kejang, perdarahan otak atau trombosis pembuluh darah yang menghentikan pasokan oksigen ke organ tubuh termasuk henti jantung yang berujung kematian.

Baby Landon mengalami penurunan berat badan hingga 9,7%, menurut dr. wiyarni batas penurunan berat badan pasca lahir adalah Bayi lahir normal mengalami penurunan berat badan hingga titik nadir pada usia 54-60 jam, sedangkan bayi sesar baru akan menyentuh titik nadir pada usia 60-72 jam, keduanya memerlukan dengan perhatian khusus apabila terdapat penurunan >10% dari berat lahir, atau penurunan >7% yang disertai gejala klinis yang mengindikasikan bayi tidak bugar. Setelah melalui fase transisi ini, diharapkan berat badan bayi yang mendapat ASI eksklusif akan terus bertambah dan kembali mencapai berat lahir di usia 10-14 hari.

Menurut dr.wiyarni penanganan yang tepat sehingga dapat mencegah cidera otak akibat kekurangan oksigen karena tekanan darah rendah dari dehidrasi dan serangan jantung yang dialami oleh baby Landon adalah mengevaluasi manajemen laktasi, pastikan posisi dan perlekatan bayi saat menyusu sudah optimal, hubungi konselor menyusui untuk memberikan bantuan praktis pada ibu baru, evaluasi payudara ibu, rongga mulut bayi, pengecekan gula darah, serum natrium, marker infeksi, dan keadaan bayi secara umum.

Pada kondisi transfer ASI belum memadai, pemberian ASI perah ibu atau dari donor bisa dipertimbangkan. Dalam hirarki makanan bayi, bila ibu tidak bisa menyusui langsung, opsi berikutnya adalah ASI perah ibu kandung, atau ASI donor, dan jika tidak tersedia apa boleh buat diberikan formula bayi untuk sementara waktu sampai produksi ASI lancar.

Saran dr.wiyarni untuk menangani ibu jillian didiagnosa mengalami PCOS, diabetes, masalah dengan infertilitas, serta puting kecil dan tidak berkembang selama kehamilan. Sehingga tubuhnya sangat kesulitan dalam memproduksi ASI adalah pada kasus baby Landon, dengan mempertimbangkan faktor risiko yang sudah diketahui sebelumnya –sangat rasional jika telah dipersiapkan alternatif pemberian ASI dengan teknik suplementer (bayi mendapat tambahan asupan sambil tetap menyusu pada payudara ibu).

Minuman pengganti yang dapat ditawarkan untuk bayi adalah ASI perah, donor, baru setelah itu formula bayi. Untuk ibu-ibu lain yang saat ini sedang hamil atau ibu baru lebih aktif membuka diri untuk memperkaya edukasi seputar kehamilan, ASI dan menyusui.

Tips dr.wiyarni yang diberikan pada para ibu yang kesulitan menyusui setelah bayi lahir adalah pasangan ibu-bayi-ayah akan membutuhkan tips yang berbeda sesuai kebutuhan mereka. segera mencari konselor atau konsultan laktasi. Setelah melakukan investigasi, kami akan mengupayakan solusi yang realistis berdasar prioritas kesejahteraan bayi (dan ibu).

Jika berat badan bayi turun hingga >10% (dalam kasus baby Landon berat badan turun 9,7%) Jika ibu tidak dapat memproduksi ASI atau tidak dapat donor ASI, apakah boleh memberi susu formula, apa pertimbangannya? dr.wiyarni mengatakan Indikasi medis memperbolehkan dokter meresepkan formula bila bayi mengalami hipoglikemia, dehidrasi, hipernatremia, hiperbilirubinemia yang tidak teratasi dengan pemberian ASI. Perlu ditekankan bahwa suplementasi ini hanya bersifat sementara dan seperlunya.

Mengenai teknik suplementernya, dalam beberapa kasus ibu lebih memilih memberikan anaknya air gula, teh, madu, air beras, atau susu kambing/sapi, ketimbang memberikan susu formula. Dalam hirarki makanan bayi, WHO tidak merekomendasikan air gula, semi-solid food (makanan cair-red), dan lain-lain sebagai pengganti ASI. Karena berbahaya terkait ketidaksiapan saluran cerna bayi mengolah sumber nutrisi selain susu, khususnya ASI yg sudah spesifik sekali komposisinya mengikuti kebutuhan bayi.

“Apapun pilihan ibu untuk asupan bayinya, berhak dihargai. Secara pribadi, saya menyatakan dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif (maksudnya menyusui) selama 6 bulan eksklusif dan dilanjutkan hingga 2 tahun atau lebih”. Kata dr.wiyarni

Perluas wawasan dan informasi seputar kehamilan dan menyusui bisa melalui forum diskusi ibu hamil menyusui, masuk group atau kelas edukasi mengenai menyusui atau sering googling di www.nakibu.com dan www.asi.web.id

Semangat mengaASIhi dengan ASI Booster Tea!

 

ASI Booster Tea sebagai Minuman pelancar asi yang Sedjak Doeloe menemani jutaan ibu menyusui dalam limpahkan ASI hingga 900% dalam 24-72 jam. ASI Booster Tea ini Halal dan aman untuk Ibu dan Bayi.

 

Pemesanan atau info keagenan bisa hub kami di:

0822-4402-5542 (tri)

0822-4402-5532 (lita)

Invite Pin BBM : D14CF492

About the author:

Related Posts

ASI Wajib 2 Tahun!

" Rekomendasi WHO dalam World Health Assembly Resolution 54.2, 2001 menyebutkan ASI minimal 2 tahun & MPASI setelah 6 bulan"

Nakibu.com diasuh oleh:

★ Fahmi nurul akbar (penulis, founder herba farmindo - asi booster tea)
★ Rainami (apoteker, tim farmasi herbafarmindo)
★ Li partic (konselor laktasi, penulis, herbalist)

ASI Booster Tea

Melancarkan ASI dalam 24-72 jam. yuks jadi agennya!
hubungi (retail & grosir) :
082302501966
081808544417
085749247620

Back to Top

Please wait...

Yuks, berlangganan informasi gratis!

Masukkan email anda untuk mendapatkan informasi terbaru seputar Parenting, ASI, dan Menyusui. Gratis!!! (Informasi data pribadi dijamin aman dan tidak disalahgunakan)