Awas! Rokok bikin Stunting!

Awas! Rokok bikin Stunting!

Comments Off on Awas! Rokok bikin Stunting!

Moms, ternyata kalau orangtua merokok, anaknya bisa berisiko stunting loh! Oiya, krn banyak Mommies yang msh belum mengerti apa itu stunting, so, kita bahas tentang stunting nya dulu aja yaa.. Stunting adalah keadaan seseorang yang gagal tumbuh secara normal akibat kurang gizi kronis, sehingga mengakibatkan perawakan terlalu pendek tidak sesuai standar usianya. Kekurangan gizi ini terjadi mulai 1000 hari kehidupan pertama, yaitu sejak dalam kandungan sampai 2 tahun setelah kelahirannya. Namun gejalanya baru tampak setelah anak berumur 2 tahun.

Stunting bukan cuma ttg perawakan pendek aja. Tapi banyak hal yg sangat merugikan bagi penderita stunting itu sendiri, yaitu:

1. Tingkat kecerdasan di bawah rata-rata. Umumnya anak stunting memiliki IQ rendah, karena cabang-cabang otaknya pendek dan tidak terhubung antar sel. Berbeda dengan otak normal yang cerdas, memiliki banyak cabang.

2. Rentan terhadap penyakit. Karena keadaaan yang kurang gizi, penderita stunting sering terserang penyakit.

3. Di masa depan bisa menurunkan produktivitas yang akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan meningkatkan ketimpangan.

Sebenarnya apa penyebab stunting? Secara umum, stunting diakibatkan karena kekurangan gizi sehingga tubuh gagal tumbuh. Namun secara khusus, banyak faktor yang berperan misalnya:

  • Ibu sangat kurang pengetahuan tentang gizi dan kesehatan baik sebelum maupun selama masa kehamilan.
  • Bayi tidak mendapat ASI eksklusif saat berumur 0-6 bulan. Hal ini terjadi pada 60% bayi pada rentang usia tersebut.
  • Sebanyak 2 dari 3 anak usia 6-24 bulan tidak mendapat MPASI yang tepat.
  • Ibu hamil mengalami anemia. Hal ini terjadi pada 1 dari 3 ibu hamil. Bahkan 2 dari 3 ibu hamil belum mengonsumsi suplemen zat besi yang cukup.
  • Kurangnya akses ke makanan bergizi karena terkendala makanan bergizi itu mahal.

Jadi, apa benar kekurangan gizi erat kaitannya dengan rokok sehingga menyebabkan stunting?

info ini Makmin dapetin dari 2 narasumber TOP MARKOTOP ??, yaitu:

dr. Bernie Endyarni Medise,SpAK MPH selaku Ketua Satuan Tugas Remaja Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Teguh Dartanto, PhD, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang menjelaskan secara detail dalam acara Talkshow yang bertajuk “Rokok Murah Sumbang Penyebab Stunting” yang diadakan pada tanggal 25 Juli 2018 lalu.

Rokok Berisiko Menyebabkan Stunting

Penelitian PKJS-UI tahun 07-14 : anak serumah dg ortu yg tidak merokok tumbuh 1,5 kg lebih berat & 0.34 cm lebih tinggi daripada yg ortunya perokok. Ini menunjukkan perokok cenderung memiliki anak pendek. Angka probabilitas stunting 5,5% lebih tinggi dibanding anak ortu bukan perokok.

Hubungan Rokok & Stunting

Menurut dr Bernie, rokok berperan thd stunting karena :

  • Alokasi belanja makanan gizi teralihkan karena rokok.

Di Indonesia, rokok jadi spt sembako. keluarga miskin rela membakar 15% pendapatannya untuk rokok!
Penelitian PKJS-UI menunjukkan konsumsi rokok sekitar 3,6% pada 1997melonjak naik jadi 5,6% pada 2014, & konsumsi lainnya seperti daging & ikan menurun parah!

  • Zat Rokok itu sendiri

1. Zat kimia rokok mengganggu pertumbuhan janin

Nikotin membuat pembuluh darah ibu menyempit shg turun ke plasenta & berkuranglah kiriman oksigen & nutrisi unt janin. .

Karbon monoksida (CO) mengikat hemoglobin (Hb) lebih kuat drpd oksigen shg oksigen di jaringan tubuh berkurang.

kadmium pd asap rokok berkumpul dlm plasenta & memengaruhi pertumbuhan janin. Asap rokok juga mengganggu terbentuknya pembuluh darah baru yg penting untuk perkembangan saraf & organ lain.

2. Asap rokok menghambat pertumbuhan anak

Rokok bisa mengacaukan penyerapan zat gizi esensial unt pertumbuhan anak. Anak yang terpapar asap rokok akan sangat kurus (severe wasting), berat badannya menjadi sangat rendah (severe underweight), & sangat pendek (severe stunting).

3. Zat asap rokok bahaya bagi bayi ASI

Ibu perokok aktif/pasif, akan menyerap nikotin dari saluran pernapasan ke aliran pembuluh darah & langsung ditransfer ke ASI dg cara difusi. Zat rokok tersebut bisa menyebabkan ISPA, infeksi paru& telinga, muntah, diare, denyut jantung meningkat, gangguan pertumbuhan, hingga kolik shg terjadi stunting.

Selain itu, penelitian di Santiago, Chili, menunjukkan asap rokok yg terhirup busui menghambat produksi ASI. Jika ASI sedikit, nutrisi bayi berkurang. Akibatnya dalam 3 bulan saja, berat badan bayi tumbuh buruk.

4. Asap rokok menyebabkan ISPA & kurang gizi
Pengkajian dari 60 penelitian mengungkap paparan rokok pasif di rumah meningkatkan risiko bayi infeksi hingga 20-50%, dengan gejala yang cenderung lebih berat. Sedemikian hingga risiko kekurangan gizi meningkat, akhirnya juga stunting.

So, gimana menurut Moms?

Mgkin setelah baca byk yg berpikir, “oalaaah, bedanya cm 0,3 cm aja kok, ga terlalu masalah ah.”

Tapi sebagai ibu, sekecil apapun yg menghambat pertumbuhan si kecil, pasti ga rela dong yaa..

About the author:

Related Posts

ASI Wajib 2 Tahun!

" Rekomendasi WHO dalam World Health Assembly Resolution 54.2, 2001 menyebutkan ASI minimal 2 tahun & MPASI setelah 6 bulan"

Nakibu.com diasuh oleh:

★ Fahmi nurul akbar (penulis, founder herba farmindo - asi booster tea)
★ Rainami (apoteker, tim farmasi herbafarmindo)
★ Li partic (konselor laktasi, penulis, herbalist)

ASI Booster Tea

Melancarkan ASI dalam 24-72 jam. yuks jadi agennya!
hubungi (retail & grosir) :
082302501966
081808544417
085749247620

Back to Top

Please wait...

Yuks, berlangganan informasi gratis!

Masukkan email anda untuk mendapatkan informasi terbaru seputar Parenting, ASI, dan Menyusui. Gratis!!! (Informasi data pribadi dijamin aman dan tidak disalahgunakan)